Paradigma Pemrograman

Paradigma secara gampangnya dapat diartikan sebagai sudut pandang terhadap suatu problem, keadaan, dan sebagainya. Coba lihat gambar disamping, beda bukan kalo kita lihat secara normal dan secara terbalik ??? Dalam hal pemrograman pun dikenal paradigma, yang nantinya paradigma tersebut akan menjadi sebuah pengerucut ke dalam suatu pendekatan khusus dalam memecahkan suatu persoalan. Oke, paradigma pemrograman ga cuma 1, jadi akan dijelaskan di bawah ini secara singkat, soalnya kalau kepanjangan cape ngetiknya saya … hehehe .. [sumber dari diktat pemrograman prosedural : inggriani liem ,,, dengan pengubahan kata-kata alias pake bahasa sendiri (yang renyah dan mudah difahami…hehehe) tanpa menghilangkan makna] >>>

1. Paradigma Prosedural
          Langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu persoalan  yang ada di eksekusi secara sekuensial / sistematis / terurut. Jadi langkah yang berada di tingkat atas berpengaruh terhadap langkah-langkah selanjutnya atau langkah-langkah di bawahnya. Dengan kata lain pengeksekusian langkah-langkahnya terstruktur.
             Jadi untuk membuat program ada rumusnya :
Algoritma (langkah-langkah) + Struktur Data = Program >> dijelaskan, bahwa algoritma dan struktur data itu terpisah tempatnya. Memori algoritma hanya berisi seputar langkah-langkah  terstruktur yang menjelaskan isi dari memori struktur data sedangkan memori struktur data  nya sendiri berisi tentang data apa saja yang akan dijelaskan di memori algoritma.
  ngerti yaaa .. hehehe 🙂
2. Paradigma Fungsional
             Sudah tidak memikirkan lagi yang namanya memorisasi dan struktur data. Tidak ada pemisahan antara data dan program. Tidak ada yang namanya variabel. Yang ada hanya sebuah kondisi awal dan kondisi akhir. Tapi program fungsional harus lebih diolah dari pada program prosedural, karena menyangkut efisiensi dan kinerjanya. Semakin pendek suatu algoritma, maka semakin cepat pula eksekusinya.
3. Paradigma Deklaratif atau Lojik
                Sebuah program yang berisi kumpulan aksioma (fakta atau aturan deduksi). Pada paradigma ini program menguraikan sekumpulan fakta dan aturan. Ketika progarm di eksekusi pemekai mengajukan pertanyaan dan program akan menjawab apakah pertanyaan tersebut dapat dideduksi dari fakta dan aturan yang ada.
4. Paradigma Berorientasi Objek
                 Dari kata “berorientasi Objek”, sudah otomatis ini mengarah pada sebuah objek. Jadi sebuah program dibuat berdasarkan objek yang sudah ada. Sebagai contoh adalah sebuah handphone. Ketika kita menekan angka “1” maka akan ditampilkan dilayar angka “1”. Nah pernahkah kita berfikir bagaiana bisa begitu ??? Ya, begitulah, setiap kita menekan angka “1” atau angka yang lain kita artinya mengeksekusi sebuah algoritma yang sudah dibuat. Disetiap tombol yang ada pada handphone itu mengandung algoritma. Kalo kita menekan angka “1” maka algoritma yang akan memunculkan angka “1” tereksekusi sehingga muncullah angka “1”.
5. Paradigma Konkuren
                  Erat hubungannya dengan arsitektur perangkat keras yang memungkinkan pemrosesan secara parallel atau perangkat lunak sistem terdistribusi yang mengelola akses konkuren … zzzZZZZzz .. yang ini TS belom ngerti (+_+) ..  hehehe 😛
6. Paradigma Relasional
                   Didasari entity dan relasi. Dan pemrogramannya dalam bahasa query sehingga memungkinkan terbantuknya suatu nilai himpunan.
Oke, berikut ini bahasa pemrogramannya nya dari masing-masing paradigma >>>
1. Prosedural : algol, pascal, cobol, basic, C.
2. Fungsional : LOGO, APL, LISP.
3. Deklaratif atau Lojik : prolog.
4. Berorientasi Objek : java, C++, eifel.
5. Konkuren : ada, java, OCCAM.
6. Relasional : SQL.
Yah, seperti itu lah .. mohon koreksinya jika salah… ini akibat dijelaskan TS dengan menggunakan bahas aTS sendiri sih .. hehehe 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top