Malam Mingguan ‘Ala’ Kemenkoan Eksternal

13185-disparbud-dprd-jabar-ternyata-kurang-serius-bikin-programIseng sedang buka-buka catatan lama di facebook. Mata saya terarah kepada catatan rekan-rekan yang manandai saya di catatannya. Lirik-lirik sedikit, ada judul yang unik, “Malam Minggu ‘Ala’ Kemenkoan Eksternal“. Wah, saya jadi teringat dulu ketika masih di kepengurusan BEM KBM IT Telkom 2012 (pastinya sebelum tragedi internal yang melanda kepengurusan kami di tengah periode).

Saya lupa kapan tanggalnya, yang jelas waktu itu adalah malam hari, saya (Menteri Koordinator Eksternal), Adli (Menteri Hubungan Luar Negeri), nisa (staff), acho (staff), aziz (staff), dion (staff) berkunjung ke salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), ibu Diah Nurwitasari (Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Barat 2009-2014. Kami berbincang mengenai RUU KKG (Keadilan dan Kesetaraan Gender) yang sedang jadi trending topik di Indonesia. Ditemani martabak traktiran ibu Diah Nurwitasari kami mulai berbincang-bincang. Berikut isi bincang-bincangnya yang sudah dirangkum oleh sahabat saya Adli (Menteri Hubungan Luar Negeri)…..

1. Apa sih sebenernya kerja DPR itu???

Kerja besarnya itu RAPAT ūüôā

Kenapa hanya rapat? Karna memang sebagai anggota dewan tugas dari DPR adalah mengatur segala kepentingan yg dibutuhkan oleh masyarakat luas sehingga dalam menentukan suatu keputusan harus melalui mekanisme yg ada yaitu salah satunya dengan keputusan bersama dalam rapat anggota dewan.

Selain rapat, para anggota dewan juga berhakuntuk MEMANGGIL LEMBAGA-LEMBAGA terkait untuk menjalankan program-program yg direncanakan oleh anggota dewan.

Anggota dewan juga memiliki tugas untuk meninjau secara langsung apa yang terjadi di daerah kekuasannya atau sering disebut KUNJUNGAN KERJA  anggota dewan (RESES). RESES juga menjadi salah satu kerjaan dari para anggota dewan, reses yang dimaksud disini yaitu waktu untuk beristirahat bagi para anggota dewan, tetapi bkn istirahat seperti org2 biasa, istirahat disini adalah melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya untuk memantau keadaan terkini dari kondisi di daerah tersebut. Selain itu semua para anggota dewanjuga mempunya hak untuk melaksanakan STUDI BANDING (untuk pusat studi bandingnya ke luar negeri sedangkan daerah studi bandingnya antar daerah).

2. Apa sih bedanya DPR RI dengan DPRD?

DPR RI > badan/lembaga negara (hampir sama dengan pemerintah levelnya), sejajar dgn menteri dan punya hak untuk memanggil menteri ketika dibutuhkan

DPR Daerah > pemerintahan daerah dibawah depdagri, hanya dapat membuat kesepakatan yg selanjutkan di bawa dari pemda dibawa ke kementrian dagri u/ persetujuan

Tugasnya DPRD:

  • LEGISLASI -> membuat peraturan daerah
  • BUDGETING/ANGGARAN -> [2005-2025] RPJP (20thn), RPJM (5thn), RKPD (1thn), kebijakan umum anggaran dan alokasi APBD u/ bidang pendidikan 20% (ketentuan di UUD), alokasi APBD u/ bidang kesehatan 10%.
    (di DPRD Jabar) Jumlah APBD Jabar +- 12T -> [pemakaian APBD] pajak kab/kota (+- 3T), gaji pns (+-2T), 60% buat pembangunan, sisanya sesuai prioritas.
  • PENGAWASAN -> mengawasi tindak lanjut janji2 pemimpin dan program2 yg berjalan selama periode tersebut, hasilnya opini¬†politik (karna di DPRD = dunia politik), tau apa yg harus dilakukan u/ keperluan daerahnya.
  • KETERWAKILAN -> mewakili masyarakat baik yg memilihnya dan masyarakat umum, karna dulu milih partai skrg milih orgnya jadi¬†masyarakat merasa memiliki, lepas baju partai ketika sudah duduk menjadi dewan.

3. Apa aja sih komisi-komisi yang ada di DPR itu (khususnya DPRD Jabar) ?

DPR RI (pusat) ada 11 komisi :komisi 1, komisi 2, komisi 3, komisi 4, komisi 5, komisi 6, komisi 7, komisi 8, komisi 9, komisi 10, komisi 11.

DPRD prop Jabar ada 5 komisi yg diisi oleh 100 org :

  • komisi A ttg pemerintahan- > mitra ngurusin pemerntahan c: satpol pp, aset daerah, hukham
  • komisi B perekonomian -> perikanan, koprasi, pariwisata, pertanian, dll
  • komisi C keuangan -> pendapatan daerah, investasi, bumd, dll
  • komisi D pembangunan -> jalan, irigasi, listrik, pedesaan, baperda, dll
  • komisi E ¬†(lupa namanya) -> tenaga kerja, pendidikan, sosial, kesehatan

DPRD kab bdg 4 komisi.

Selain komisi ada juga yg namanya badan :

  • badan legislasi
  • badan anggaran -> menentukan anggaran setiap kegiatan yg di adakan oleh komisi

Daaaan tau ga sih, ternyata antara DPRD dan DPR RI itu tidak ada jalur apapun yang menghubungkannya, artinya ketika ada keluhan yg mencakup isu nasional kita sampaikan ke DPRD maka DPRD hanya menyampaikan ke DPR RI sbg warga daerah yg menyampaikan aspirasi tsb.

Sertaaaa ternyata : sungai cikapundung -> diatur di APBD kabupaten (daerah), sedangkan sungai citarum -> diatur di APBN (pusat).

Dibawah ini nama-nama pimpinan di DPRD Jabar :

  • ketua komisi A : yusuf fuad (ppp)
  • ketua komisi B : selly (pdip)
  • ketua komisi C : diah (pks)
  • ketua komisi D : iswara (golkar)
  • ketua komisi E : didin supriadin (demokrat)

4. Apa sih pendapat ibu sebagai wanita  dan anggota dewan tentang RUU KKG?

sejarah feminisme, awalnya revolusi industri.

banyak aliran feminisme :

– radikal -> kalo laki bisa kenapa cewek engga (binaragawan dll).

– muslim -> mempertanyakan tafsir agama ttg kedudukan perempuan.

Bedanya laki & perempuan menurut kaum femnisme hanya 3 m -> mengandung, melahirkan, menyusui .. Padahal laki dan perempuan beda dari fisik dll. Jika diumpamakan hewan : jantan -> berburu sedangkan betina -> jaga sarang.

Tentang RUU KKG :

  • sementara yg digugat selama ini adalah peran bentukan sosial dan budaya yg diletakan ke jenis kelamin
  • ini merupakan suatu kepentingan barat u/ merusak negara2 islam
  • tersirat melegalkan aborsi
  • ¬†tersirat membolehkan punya anak tanpa nikah
  • ¬†nikah sejenis
  • uud itu multitafsir

langkah pengesahan ruu : naskah akademik -> agendakan u/ dibahas -> badan legislasi didewan (dikaji ulang oleh pakar&dengar pendapat dr masy umum,ormas,dll) -> disampaikan ke paripurna dlmrangka pemberitahuan u/ dibahas (jika disetujui) -> disampaikan ke presiden (kalo setuju) -> dibahas antara pemerintah dan dewan -> dengar pendapat oleh masyarakat.

Sebenernya jalan untuk menjadi UU masih sangat lah panjang karna RUU KKG ini br sampai di badan legislasi dewan yang saat ini sedang mendengarkan pendapat dari mayarakat umum seperti ormas, dll dan sedang dikaji lagi oleh para pakar dibidangnya.

 Pesan ibu diah :

  • jangan sampai aturan manusia berbenturan dgn aturan alquran (agama) dan norma kehidupan manusia*
  • sosialisasi thdp masyarakat ttg ruu ini*
  • jgn ketergantungan dgn pihak asing*

******

Bincang-bincang yang asik malam itu menimbulkan sebuah pertanyaan di benak saya, “Ibu Diah ini hebat sekali, pasti anak bu Diah juga hebat seperti ibunya. Siapa ya anaknya bu Diah???” …. Dan malam semakin larut, martabak traktiran ibu Diah pun sudah habis. Kami pamit undur diri untuk pulang sekaligus mengucapkan terima kasih kepada bu Diah.

Sumber tulisan bincang-bincang saya copas dari :
https://www.facebook.com/notes/adli-rahman/malem-mingguan-ala-kemenkoan-eksternal/335433016518013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top