Lagi-Lagi Masalah Lembar A5

image

Ceritanya kemarin tanggal 9 JuliĀ  ada coblos- mencoblos calon presiden-wakil presiden Republik Indonesia. Kebetulan saat itu saya sedang berada di Batam, ada kerjaan dari kantor. Otomatis bagi saya warga depok, harus menyerahkan lembar A5 supaya bisa ikut menggunakan hak suara di pulau orang, Batam.

Tadinya saat pileg saya adalah orang yang ramai menyosialisasikan kepada rekan-rekan saya yang kebetulan mahasiswa, untuk mengurus lemhar A5. Karena banyak diantara mereka adalah para perantau. Saat itu sangat ribet dan menyita waktu untuk turut menyosialisasikan penggunaan lembar A5 bagi rekan-rekan perantau. Selain KPU yang kurang masive dalam menyosialisasikannya, saya terkadang melihat keluguan beberapa rekan saya yang sedang mengurus lembar A5. Beberapa diantaranya yaitu suka mepet-mepet dalam mengurus lembar A5 dan juga malas dalam mengurusnya. Entah itu karena alasan jauh dari KPU Daerah setempat, atau memang karena sukanya menunda-nunda pekerjaan. Dan ternyata, masalah serupa terjadi saat pilpres kemarin.

Kebiasaan menunda-nunda pengurusan lembar A5 dan susahnya melawan rasa malas, membuat beberapa rekan saya ini kelimpungan menjelang hari pencoblosan. Sampai pada akhirnya ada diantara mereka yang tidak ikut menggunakan hak pilihnya karena tidak memiliki lembar A5.

Jarak waktu dari pileg ke pilpres itu sangaaaaaat lama. 9 April ke 9 Juli, 2 bulan waktu berlalu begitu ssja. Kemanakah pelajaran yang didapat saat pileg kemarin dalam mengurus lembar A5? Zaman sekarang ini bukan zaman yang susah lagi dalam mencari informasi. Informasi berjalan begitu cepat . Dulu mungkin hanya ada media semacam koran dan televisi. Namun sekarang sudah ada gadget di tangan masing-masing yang terintegrasi dengan internet. Lantas, mengapa masih suka mepet-mepet dan malas?

-sudut kota bandung-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top