Menginjakkan Kaki di Batam

image

Ini adalah pengalaman kesekiankalinya saya bekerja dibidang telekomunikasi. Tepatnya di bidang OSP FO (Fiber Optic). Sebelumnya saya bekerja di bidang telekomunikasi juga, hanya saja di bagian administrasi. Lantas apa bedanya bidang administrasi dan OSP FO ?
Mungkin singkatnya administrasi itu cenderung bekerja di kantor, namun OSP FO bekerja di lapangan alias jalanan.

Sampai saat ini pun saya masih bingung kepanjangan dari OSP itu apa. Namun setidaknya ada dua pengertian yang ada di benak saya. Pertama adalah Out Side Planning dan yang kedua adalah Out Side Planting. Dari dua istilah diatas, saya cenderung menggunakan istilah kedua. Karena istilah kedua lebih tepat karena kenyataan kerjanya adalah menanam kabel Fiber Optic (FO). Sehingga istilah planting atau menanam lebih tepat digunakan ketibang planning atau perencanaan.

Proyek OSP FO inilah yang membawa diri saya ke daerah di luar pulau jawa, yaitu pulau Batam. Saya orang asli dan tinggal di Kota Depok, Jawa Barat.  Dalam hal bepergian jauh, daya jelajah saya ke arah barat hanya sampai Bandar Lampung. Ke arah timur hanya sampai Kabupaten Karang Anyar. Ke arah utara hanya sampai Kepulauan Seribu. Dan ke arah selatan hanya sampai cianjur. Maka dari itu, saya masih tertegun kalau mengingat bisa menginjakkan kaki di Batam. Secara geografis, letaknya juga dekat dengan Singapura. Wow, dekat perbatasan antar negara.

Saya tidak memiliki background dalam hal pengerjaan OSP FO. Namun saya hanya memiliki bekal teoritis dari kawan saya sesama mahasiswa dalam pengerjaan proyek OSP FO.

image

(Gambar 1. Kabel FO yang siap dirojok kedalam HDPE)

Kalau dibayangkan oleh benak kita, proyek OSP FO bekerja pada bidang penanaman fisik kabel Fiber Optic dari suatu operator telekomunikasi. Biasanya kita bisa melihat orang-orang yang menggali tanah di samping trotoar atau disamping jalan raya. Nah, itulah salah satu bentuk pekerjaan OSP FO. Namun, tidak semua pekerjaan galian di samping jalan raya adalah proyek OSP FO. Karena ternyata perusahaan seperti PLN, PAM, dan GAS juga turut melakukan penggalian di samping trotoar atau jalan raya. Lantas apa yang membedakannya ?

Kalau bicara kabel Fiber Optic, maka kita akan mudah mengenali mana yang proyek OSP FO atau yang bukan. Itu  dilihat dari kabel yang ditanam. Untuk OSP FO sendiri, biasanya kabel yang ditanam itu berukuran kecil, mungkin hanya sebesar pipa pvc ukuran 2 inch. Namun jika kabel yang ditanam berwarna merah dan ukurannya sebesar pipa pvc 4 inch, biasanya itu kabel PLN. Jika yang ditanam berupa pipa besi berukuran besar, maka biasanya itu adalah proyek tanam pipa PAM atau GAS. Jadi kalau sekiranya terlihat di samping trotoar atau jalan raya ada orang yang menggali tanah untuk menanam kabel, kita bisa menyimpulkan proyek apa yang sedang dikerjakan dengan melihat jenis kabel yang ditanam. Mudah bukan ?

Oya, dengan langsung terjun ke lapangan di proyek OSP FO ini, sedikit demi sedikit saya juga mulai mengejawantahkan teori-teori yang dibekali oleh kawan saya. Saya bisa tau seperti apa bentuk Hand Hole, Marking Post, Shelter, CME, HDPE, Join Closure, Jenis Kabel FO, dan yang terpenting memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi yang diberikan pihak operator.

wpid-foto0210.jpg

     (Gambar 2. Jus Buah Naga dari Pulau Rempang)

Dari proyek OSP ini pula saya mengenal kota Batam dengan jembatan Barelangnya, Pulau Rempang yang ada kebun buah naganya, Nongsa dengan pantainya, Batu aji dengan panasnya, Nagoya dengan pusat perbelanjaan dan masjid Luxnya, Batam Center dengan perkantoran dan masjid rayanya, serta yang spesial adalah Sekupang dengan sejarah kebesaran dan kesejukannya karena banyak pohon. Selain itu Sekupang juga merupakan tempat saya menghabiskan hari-hari kerja di sana.

wpid-img_20140614_121458.jpg

(Gambar 3. Teh Obeng, sebutan bagi Es Teh Manis)

Di proyek OSP FO ini, saya juga belajar banyak sekali idealita yang diajarkan di kampus yang terpaksa harus  berbenturan dengan realita di dunia kerja, terlebih lagi kerja lapangan. Bersyukur saya diberi kesempatan oleh Allah untuk belajar di kampus dengan berbagai macam kegiatan akademik dan organisasinya. Di kampus idealisme saya dibentuk dan pada akhirnya berguna saat terjun ke dunia realita.

Yeah, saya merasa masih penasaran dengan proyek OSP FO sekaligus segala problematika beserta penyelesaian masalahnya. Ini adalah pekerjaan menantang bagi saya yang sekarang (juli 2014) masih jomblo dan terbilang golongan “fresh graduate”.

wpid-foto0207.jpg

(Gambar 4. Memasuki perlintasan Jembatan Barelang)

Wal akhir, saya teringat apa yang dikatakan saudara saya, apabila kita bekerja pada suatu proyek OSP FO, maka hal yang harus kita pegang sebagai prinsip adalah “don’t trust any body, but trust with the proof”. Kurang lebih artinya adalah “jangan percaya orang begitu saja, tapi percayalah dengan bukti”. Yeah, harus ada buktinya, kalau bisa bukti hitam-putih tertulis diatas kertas.

Pokoknya, pekerjaan harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan 🙂

-kosan-

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top