Part of My Life

image

Gak kerasa udah sekitar 3 bulan saya lulus kuliah. Sejak 6 November 2014 nama saya disidangyudisiumkan oleh dosen pembimbing dan dosen penguji yang pada akhirnya nama saya dinyatakan lulus. Kenapa saya bilang nama? Ya karena dengan merujuk nama saya, secara otomatis fisik saya juga terlibat. Karena apa yang saya perbuat di kampus sampai masa akhir studi saya disana, tidak melibatkan joki sama sekali.

Oke, ada yang dirasa menarik untuk saya cermati. Terutama soal cita-cita selama masa studi. Diakhir perkuliahan, hampir semua apa yang saya cita-citakan terwujud. Pun begitu pula dengan pengalaman pahit dan manisnya.

Hal pertama ketika saya memulai masa studi, seperti kebanyakan mahasiswa baru pada umumnya, mendapat IP yang bagus adalah suatu target utama. Saya menargetkan bahwa akan mendapatkan IP semester pertama diatas 3. Dan hasilnya, saya mendapatkan IP 3,00. Pas banget. Tidak mengecewakan namun tidak bisa dibanggakan pula. Karena teman satu genk mendapat IP diatas 3. Yap. Saya memasukkannya ke dalam kategori cita-cita terwujudkan.

Hal kedua, saya memiliki keinginan untuk masuk organisasi. Karena emang saya ngerasain apa manfaat organisasi. Melatih keberanian salah satuya. Padahal saya memiliki luka lama yang terlampau dalam ketika SMA. Saya ditolak ketika mau masuk MPK. Alhasil saya menjadi siswa apatis dan memusuhi OSIS serta MPK sewaktu SMA. Dan ketika studi di kampus, hal yang saya dapatkan melebihi apa yang saya bayangkan. Saya menjadi ketua himpunan yang pertama di tingkat fakultas. Dan fakultas saya itu baru berdiri ketika saya masuk ke kampus. Wew, hal yang menantang. Apalagi saya gak punya background organisasi. Makasi ya ibu ku, engkau yang selalu membimbingku dikala bingung.

Hal ketiga, saya mau menjadi seorang gamer. Terutama menyangkut hal DoTA. Saya tekuni belajar bermain DoTA sampai begadang pagi ketemu pagi lagi. Menjadi seorang gamer itu mudah, cukuo tekun dalam bermain agar naluri terlatih. Hal itulah yang saya lakukan sampai yaaah mungkin gak jago-jago amat. Tapi bisa diadu lah skill DoTA kita.

Hal keempat, saya mau menjadi seorang asisten laboratorium. Saya mencoba mendaftar di laboratorium algoritma pemrograman. Apa daya, saya gak lulus test. Logika memrogram yang struktural agak berbeda dengan pikiran saya yang lompat-lompat. Alhasil saya gagal. Namun menjalang kelulusan masa studi, saya menjadi seorang laboran. Yap, tugas akhir saya lakukan full di laboratorium sistem terdistribusi. Bahkan sampai lintas kampus, saya menjamah School Of Internet punya kampus gajah duduk di bandung. Saya bilang ini adalah sebuah pencapaian yang teramat besar. Dari sini pula saya membawa idealisme ke wilayah kerja pada nantinya.

Hal kelima, saya ingin merasakan mendapat IP cumlaude. Dengan kesibukan berorganisasi yang padat, anak tangga menggapai IP cumlaude itu saya dapatkan. Walau memang saat menginjak semester 9 kalau gak salah. Dan bilangan IP nya pun kalau gak salah 3,7. Wew, lumayan lah buat mengobati luka masa lalu mendapat IP 1,8. Ya, saya juga pernah mengalami IP nasakom. Nasib dua koma juga pernah. Dan nasib tiga koma juga pernah. So, dengan mahasiswa yang punya nasib IP nasakom, nadukom, dan natikom, bicara apapun dengan mereka, saya selalu gampang nyambungnya.

Hal keenam, saya mau pergi ke luar pulau jawa. Buat membuktikan bahwa pulau lain itu ada. Sampailah takdirnya ketika saya menginjakkan kaki di Lampung. Waktu itu saya sedang mengikuti musyawarah nasional BEM SI. Hal lain yang saya dapatkan disini adalah pengalaman naik pesawat. Sesuatu yang saya mimpika juga. Ternyata naik pesawat itu enak-enak menegangkan. Mirip naik roller coster di dufan. Dan saya berharap bisa naik pesawat lagi. Alhasil takdir pun sampai. Menjelang semester 10, saya berangkat ke Batam untuk bekerja. Pergi pulang naik pesawat. Jangkauan ke luar pulau jawa pun semakin jauh. Dan Batam itu memang ngangenin. Apalagi pas ketemu orang-orang sepemikiran di sana. Plus jalan ke barelang itu yang bikin kangen. Pencapaian yang masih ingin saya dongkrak lagi. Saya mau sampai amerika.

Dan mungkin ini paragraf akhir, saya juga agak gak yakin. Ini adalah hal yang menentukan dan momen penutup studi S1 saya. Yaitu pengerjaan tugas akhir saya sampai waktu wisuda terbilang cepat. Memang 1 tahun lamanya. Namu. Disela dengan bepergian kerja ke batam serta kesibukan organisasi, saya sidang tugas akhir 29 oktober 2014. Kemudian diyudisiumkan tanggal 6 november 2014. Wisuda tanggal  28 november 2014. Dan mendapat pekerjaan 5 desember 2014. Agal sulit dipercaya juga. Namun inilah kekuasaan Allah. Tinggal mendapatkan pendamping hidup nih yang sedang diusahakan. Semoga berkah hidup kita semua.

-iseng di stasiun tanah abang menuju stasiun rawa buntu-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top