Selamat Datang Tempat Kerja Baru

Selamat datang tempat kerja baru. Kalimat ini yang pertama kali keluar dari dalam hati terhitung saat awal Maret 2015. Nokia, salah satu perusahaan yang bergerak pada bisnis telekomunikasi, menjadi tempat berlabuh kerja saya yang pertama pasca kelulusan dari kampus. Jurusan saya memang tidak begitu sarat akan definisi “telekomunikasi”, namun rezeki yang Tuhan sediakan buat saya adalah di “telekomunikasi” dengan segala definisinya. Saya menikmatinya walau berstatus sebagai pegawai kontrak. Karena hal terpenting adalah laki-laki harus tetap bekerja walaupun tidak memiliki pekerjaan tetap. Dan yang terpenting hasil dari pekerjaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan ke-halal-annya baik dihadapan manusia maupun nanti di pengadilan akhirat.

Bermula di Management Trainee (MT), sebuah program pengembangan SDM yang diadakan oleh perusahaan sub-kontraktor, sebagai BTS (Base transceiver Station) Engineer. Kalau dalam arsitektur jaringan telekomunikasi, jobdesk BTS Engineer khusus menangani instalasi dan commisioning perangkat BTS/NodeB/eNodeB sampai On Air atau dapat memancarkan/menerima sinyal dari perangkat handphone dan terhubung ke CORE.

aaaaa

(Gambar 1. Arsitektur jaringan telekomunikasi. Sumber : Slide NSN)

Pekerjaan BTS Engineer terbilang tidak cukup mudah. Kemampuan managerial juga sangat dibutuhkan oleh seorang BTS Engineer. Karena selain instalasi dan commisioning, seorang BTS Engineer juga perlu mengarahkan dan memantau partner dalam melaksanakan tugasnya. Seorang BTS Engineer juga harus bisa menjadi problem solver apabila proses instalasi dan commisioning mengalami masalah.  Dari segi waktu pun seorang BTS Engineer tidak terpaut waktu kerja yang pakem. Berangkat/pulang kerja tidak dibatasi oleh waktu kerja pegawai kantor seperti biasanya. Bisa jadi waktu pulang lebih cepat karena tugas selesai lebih cepat. Atau bisa jadi pulang terlarut malam karena BTS belum On Air. Bahkan bisa sampai menginap di site sampai BTS On Air. Seperti itulah gambaran umum pekerjaan seorang pekerja lapangan, yaitu BTS Engineer.

Sampai pada akhirnya 3 bulan berlalu, status kontrak berubah dari MT menjadi karyawan kontrak Nokia. Jenis pekerjaan pun berubah. Saya tidak lagi berada di kawasan seorang BTS Engineer melainkan menjadi seorang CORE/IP Surveillance.

Sesuai namanya, CORE/IP Surveillance memiliki jobdesk monitoring alarm dari parangkat dan koneksi jaringan telekomunikasi yang sudah On Air. Yang dimonitoring tidak BTS/NodeB/eNodeB, melainkan perangkat CORE seperti MME, SGW, PGW, serta kondisi koneksi-koneksi penghubungnya. Apabila terjadi kerusakan atau hilangnya konektifitas pada jaringan, maka akan muncul alarm dengan kode uniknya. Kode unik itu akan menerangkan lebih detail kesalahan apa yang sedang terjadi sampai mengakibatkan hilangnya konektifitas pada jaringan. Dengan begitu, seorang CORE/IP Surveillance dapat dengan mudah menganalisa permasalahan dan mengeskalasikannya kepada bagian-bagian lain yang meiliki jobdesk perbaikan kesalahan. Sifat pekerjaan CORE/IP Surveillance pun kantoran dan terpakem dengan waktu. Terlebih lagi shifting.

bbbbb
(Gambar 2. Perangkat CORE pada jaringan telekomunikasi. Sumber : Slide NSN)

Seperti itulah sedikit gambaran dari BTS Engineer dan CORE/IP Surveillance. Semoga pekerjaan ini bisa menambah kapasitas ilmu pribadi agar kedepannya menjadi insan yang berkualitas. Serta apa-apa yang dihasilkan dari pekerjaan adalah sesuatu yang halal dan baik, kemudian jika diberikan kepada keluarga dan yang membutuhkan akan menjadi sebuah keberkahan dalam hidup. aamiin

-BSD-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top