Newborn : Name Release

بسم الله الرحمن الرحيم

Setelah proses kelahiran yang sungguh luar biasa pada Rabu, 3 Agustus 2016 (1:03 AM WIB)/29 Syawal 1437 H, lahir anak kami yang pertama jenis kelamin laki-laki dengan berat 3Kg dan panjang 49cm dengan kondisi sehat. Alhamdulillah.

Pada hari ini, Selasa, 8 Agustus 2016/6 Dzulqoidah 1437 H, atau bertepatan dengan 7 hari sesuai perhitungan tanggalan Hijriyah sejak kelahiran anak kami yang pertama. Kami orang tuanya, Abi Umar (24 tahun) dan Bunda Diina (23 tahun), akan melaksanakan Sunnah Nabi yaitu melakukan aqiqah untuk kelahiran anak kami.

Nabi Muhammad SAW menyunnahkan kepada setiap bayi yang dilahirkan untuk di aqiqahkan. Adapun prosesi aqiqahnya yaitu dipotongkannya kambing (2 kambing untuk anak laki-laki), dicukurkan rambutnya, dan diberikan nama.

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى
“Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” [HR Abu dawud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]

Karena menyembelih kambing tidak memungkinkan di hari ke-7 ini, maka untuk mengejar Sunnah Nabi, kami akan melaksanakan apa yang bisa kami laksanakan semampunya. Malam ini kami akan memberikannya nama yang baik, insya allah.

Kami akan memberikan nama dengan menggunakan Bahasa Arab. Karena Bahasa Arab memiliki keistimewaan yaitu sebagai Bahasa Al-Qur’an. Karenanya, teringat akan pelajaran Bahasa Arab saat sekolah di SMP IT Al-Kahfi, guru Bahasa Arab (Ustadz Taufiq) memiliki tingkatan penilaian untuk tiap siswa nya. Seandainya seorang siswa mendapatkan nilai bagus, maka akan diberikan “jayyid”. Jika ada yang lebih bagus lagi, maka akan diberikan nilai “mumtaaz”.

Mumtaaz adalah nilai tertinggi yang diberikan oleh guru Bahasa Arab. Mumtaaz berarti “Istimewa”. Adapun kaitannya dengan penyematan nama tersebut kepada anak kami, teringat akan proses penciptaan manusia. Bagaimana saripati dari tubuh laki-laki bertemu dengan saripati tubuh perempuan lalu menghasilkan segumpal darah. Dari segumpal darah menjadi segumpal daging. Dan proses berlanjut seterusnya membentuk organ-organ tubuh sampai akhirnya sebuah generasi baru lahir ke dunia dalam bentuk seorang manusia yang sempurna. Bukankah ini merupakan proses yang sangat menakjubkan dan terbilang istimewa? Karena keistimewaan itulah maka kami ingin menyematkan nama Mumtaaz untuk anak pertama kami.

Kemudian terpikirkan oleh kami untuk memberikan nama kepanjangannya. Bundanya ingin agar ada nama keluarga di nama anak kami yang berasal dari nama Abinya, Umar. Namun penyematan apa yang pas untuk Mumtaaz?

Kami akhirnya mencoba untuk berkonsultasi dan meminta pendapat seorang Ustadz yang hafidz dan jago Bahasa Arab. Beliau adalah Ustadz Misbah Saiful Bahri. Beliau dulu seorang guru tahfidz di SMP IT AlKahfi. Sekarang beliau pengasuh salah satu pondok pesantren tahfidz di Cianjur. Kami utarakan ke beliau bahwa kami akan memberikan nama Mumtaaz kepada anak kami, namun kami bingung secara kaidah arab akan memiliki arti apa jika ada penyematan nama panjang di belakangnya. Beliau memberikan opsi salah satunya yaitu Mumtaaz Al Haq yang memiliki arti “kebenaran yang istimewa”. Alhamdulillah, pas dengan nama Abinya seperti yang awal kami rencanakan. Sehingga kami akan memberikan nama anak pertama kami yaitu “Mumtaaz Al Haq”, yang memiliki arti “Kebenaran yang istimewa”.

Doa dari Bunda :

Melahirkanmu pada pukul 01.03 setelah melalui proses yang mendebarkan selama 11 jam, adalah sebuah karunia besar yang Allah swt berikan kepada Bunda. Bunda menikmati setiap detik keberadaanmu di dalam perut, sebagai momen yang istimewa. Sehingga untuk kelahiranmu, disematkan nama “Mumtaaz”.

Semoga Mumtaaz selalu menjadi seorang yang istimewa baik di hadapan Pencipta maupun bagi seluruh makhluk semesta alam. Semoga akhlak mu istimewa begitu pula dengan agamamu. Semoga Allah swt selalu menerangi jalan hidupmu dengan kebenaran, dan menjadikanmu penerang bagi jalan orang – orang di sekitarmu.

Aamiin

Doa dari Abi :

Semoga Mumtaaz menjadi seorang pemimpin yang hafal Al-Qur’an, hafal hadits, adil, pemberani, ulung dalam berbagai bidang yang dengan keulungannya mampu memberikan manfaat bagi islam dan seluruh alam.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Al Furqon : 74

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” Ibrohim : 40

اُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ, وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ
Aku mohonkan perlindungan (kepada Allah) untuk kamu (si bayi) dengan menyebut kalam Allah yang sempurna dari tiap-tiap godaan setan dan binatang berbisa serta dari setiap mata yang memandang rendah.

Aamiin

-Bogor-
Dari kami yang berbahagia,

Diina dan Umar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top