Mumtaaz 1 Tahun!

Our little bundle of joy is turning one yesterday! (well, maybe not literally, it’s some days before)

Ternyata menjadi orang tua itu… pengalaman yang sesuatu banget!

Kadang kalau lihat curhatan ibu – ibu di media sosial, tentang betapa rempongnya memiliki anak, bikin jiper dan berkepikiran…, bisakah aku??

Turns out it wasn’t that bad!

Yeah ini melelahkan, tapi menjadi seorang Ibu adalah pengalaman yang sangat – sangat rewarding.

Seperti pengalaman mengikuti sebuah lomba, bermalam – malam begadang untuk menunjukkan performa terbaik, dan kemudian kamu menang! Bagaimana rasanya? B.A.H.A.G.I.A

Atau pengalaman rafting, bungee jumping ataupun paralayang, ini adalah pengalaman yang menegangkan, melelahkan, tapi juga sangat – sangat menyenangkan bukan?

Membesarkan seorang anak sampai hari ini akhirnya ia berusia 1 tahun, benar – benar terasa seperti waktu yang mengalir cepat.

Selama setahun ini, saya rasa waktu terberat adalah di bulan ke 2 – 5, ketika untuk membuatnya tidur saya dan suami harus bergantian menggendong, menyenandungkan shalawat, mengayunnya senyaman mungkin, bahkan di tengah malam, padahal kami berdua harus masuk kantor esok paginya!

Tapi harus saya akui juga, mungkin, anak kami adalah anak yang terbaik dari anak – anak lainnya (yeah, tentu saja ini subjektif, kami kan orangtuanya! :P)

Makannya sangat lahap dan cenderung tidak pilih – pilih. Apapun yang kami suapi, pasti dimakannya.

Tidurnya pun pintar, kadang tertidur sendiri. Tidak tidur terlalu malam.

Tertawa sepanjang waktu. Jarang menangis. Anteng bermain sendiri.

Sangat gigih. Di usia 10 bulan, dia sudah bisa jalan sendiri dengan lancar. Kemampuan motoriknya bagus sekali.

Klasik banget yah Ibu muji – muji anaknya sendiri. Hehehe.

He is such an easy baby.

Tapi ternyata bukan saya aja loh yang merasakannya. Pengasuhnya di daycare pun berkata begitu. Selama usia 2 – 6 bulan di daycare, Mumtaaz termasuk bayi yang sangat – sangat anteng. Ngga rewel, tidurnya gampang. Waktu udah mulai aktif kesana kemari, barulah jeritannya membahana. Jagoan orasi kalau saya bilang sih.

Di rumah, saya diikutiiin terus. Artis bukan, pejabat bukan, tapi saya bisa bilang  kalau populasi fans saya di rumah 100%, hahaha. Kapanlagi coba ngerasain masak sambil dipeluk – peluk kakinya. Trus kita jalan, dia ngikut nempel di kaki, di kamar mandi diketok – ketok, kita tiduran dia ngikut, kalau kita menghilang dari pandangan dia nangis. Ini Mumtaaz ya, kalau Abinya beda lagi. Saya belum mandi aja dibilang cantik, masakan gosong dikit dibilang enak, bangun kesiangan, dia juga (eh). Fans loyal hardcore, fanbase artis korea mah lewat dah, hahaha.

Beberapa Ibu mungkin ngerasa risih dan rempong banget ya, kalau saya menikmatinya dengan penuh kegeeran. Ya kapan lagi cobaaaa, hahaha.

Anyway, Alhamdulillah. Terima kasih banyak teman – teman semua yang sudah mendoakan Mumtaaz. Semoga Mumtaaz jadi anak sholeh yang berbakti pada orang tua, dan bermanfaat buat ummat 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top