Sekelumit Kisah Bekerja di Datacomm Diangraha

Mungkin dulu sempat saya menulis terkait pengalaman kerja di Nokia Networks. Nah, sejak resign dari Nokia Networks, saya bekerja di Datacomm Diangraha sampai saat ini.

Awalnya saya masuk untuk posisi Network Engineer (NE). Minat ke posisi ini dikarenakan dahulu tugas akhir kuliah berkaitan dengan network engineering. Dan saat kuliah juga suka dengan mata kuliah jaringan komputer dan jaringan terdistribusi. Karenanya posisi ini saya coba lakoni.

Sebelum lebih lanjut, saya mau menjelaskan bahwa di dunia pekerjaan, posisi NE ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu enterprise dan seluler. Untuk enterprise, customer yang biasa ditemukan adalah perusahaan IT, gedung perkantoran, perbankan, pemerintahan, dan yang sejenisnya. Scope of work nya kebanyakan ada di materi CCNA nya cisco. Sedangkan seluler, customernya adalah operator telekomunikasi dan scope of work nya biasanya lebih menekankan carrier-grade, materinya pun biasanya loncat ke MPLS, L2 & L3 VPN, dan sejenisnya. Irisan materi antara enterprise dan seluler, kalo boleh saya simpulkan adalah di BGP. Materi BGP nampaknya memang sudah sebuah kemestian untuk diketahui oleh seorang NE, baik yang mengerjakan proyek enterprise maupun proyek seluler.

Di Datacomm Diangraha, saya diposisikan sebagai NE yang ada di proyek-proyek Indosat. Selain Proyek Indosat, Datacomm Diangraha juga memiliki sub-bagian untuk mengerjakan proyek-proyek Telkom. Karenanya, saya akan familiar sekali perihal topologi service router yang difungsikan membawa trafik seluler.

Bekerja sebagai NE boleh dibilang membutuhkan effort yang besar baik dari tenaga, kecakapan sosial, dan tentunya skill. Kebetulan NE yang saya lakoni ini memegang proyek-proyek operator telekomunikasi. Otomatis masuk ke bagian seluler. Pastinya akan familiar dengan jalan-jalan ke site-site yang ada di kota besar maupun di pelosok desa.

Proyek Indosat
Awal-awal, saya di assign untuk staging perangkat di kawasan Roxy kira-kira selama 1 bulan. Perangkat yang dihandle oleh saya selama ini adalah service routernya Alcatel-Lucent. Dan saat Nokia mencaplok Alcatel-Lucent, otomatis perangkatnya jadi bermerk Nokia. Lah balik lagi ini mah kerjain perangkatnya Nokia 😀

Setelah dirasa mengenal cukup baik fungsi dan varian perangkatnya, saya mulai di assign proyek kerja malam untuk integrasi router di site MSC Kebagusan. Nah disini NE kebanyakan kerja malam nya. Karena meminimalisir impact terhadap user experience. Kan kebanyakan para pengguna handphone sedang tidur di malam hari. Dari behavior nya, trafik akses internet pun tidak sebanyak di busy hour.

Proyek tidak hanya dilakukan di malam hari. Kadang ada proyek yang dilakukan di siang hari. Sebagai contoh adalah mounting perangkat (new site) ke rack dan tarik kabel optik (patch cord). Mounting dan tarik kabel tentunya tidak akan berimpact kepada service jaringan. Jadi boleh-boleh saja dilakukan di siang hari.

Terkait proyek ini, site Indosat yang saya kunjungin baru sekitaran Jakarta, Kabupaten Bogor, Bekasi, Tangerang, Serang, Rengasdengklok. Untuk wilayah yang paling jauh di jawa tengah baru ke Tegal dan Plelen. Dan mayoritas kebanyakan saya di assign ke proyek sekitar Jakarta.

Terkait mengerjakan proyek indosat ini, pengalaman yang berbekas di assign ke proyek MPLS Security. Disini saya berkenalan dengan engineer security dan solution architect Datacomm Diangraha. Lumayan menambah channel. Saya disini juga belajar terkait perangakat security yang dihandle oleh mereka. Dan yang berkesan disini adalah saya harus mengintegrasikan semua router MPLS ke perangkat security nya. Per malam biasanya saya mengkonfigurasi 500 router. Terdiri dari berbagai merk yaitu ALU/Nokia, Cisco, Juniper, Huawei. Proyek ini lumayan lama. Saya juga intens sekali komunikasi dengan Project Managernya. Jadi saya juga bisa belajar dari memperhatikan, bagaimana kerjaan Project Manager itu. Ya mungkin suatu saat pasti akan berguna ketika saya berada di posisi atas. Namun untuk proyek ini, saya agak keteteran. Karena setelah malamnya saya mengkonfigurasi ratusan router, pagi nya saya dikejar deadline MOP (dokumen metode/prosedur saat aktifitas). Alhasil, walaupun gak ngantor, saya tetep bikin dokumen MOP di rumah. Dan malam nya, saya pergi lagi untuk mengintegrasikan router yang belum kebagian jatah diintegrasikan. Ada kerja keras, pasti hasilnya akan sebanding. Hasil sebandingnya memang bukan berupa uang, namun saya merasakan bahwa insting dan cakrawala pengetahuan akan perangkat vendor lain semakin bertambah. Hahaha 😀

Maintenance Indosat
Selain proyek, saya juga terlibat di kegiatan maintenance. Salah duanya adalah Preventive Maintenance (PM) dan Incident Handling (IH). Untuk PM, kegiatannya simple. Saya hanya harus bersih-bersih router beserta environment nya. Semisal membersihkan air filter atau debu yang menempel di router, menambahkan label pada patch cord, membackup file OS si router, cek tegangan pada DCPDB dan PEM, mengecek suhu ruangan/shelter, serta melakukan dokumentasi foto dari berbagai sudut. Untuk IH, biasanya ini yang harus stanby pergi ke luar kota. Biasanya kegiatan berupa mengganti module perangkat, atau menghidupkan kembali perangkat yang mati (karena kesamber petir/listrik koslet).

Di aktifitas maintenance ini, site yang pernah saya kunjungi adalah sekitar Bukit Cermin (Pulau Bintan), Batam, Bumiayu, Tegal, Tangerang, Jakarta, Balikpapan, Padang.

Aktifitas maintenance yang memakan waktu paling lama sampai yang paling sebentar pernah saya lakukan. Yang paling sebentar adalah cuma nganter module ke Batam, abis itu pulang lagi ke Jakarta. Tapi ada yang lebih sebentar lagi, yaitu saya berangkat sore dari Jakarta ke Pulau Bintan naik NAM Air. Sampai di Pulau Bintan sekitar jam 9 malam. Saya langsung pergi ke site di Bukit Cermin dan troubleshooting + monitoring. Sekitar jam 3 malam selesai dan langsung pulang lagi ke bandara Raja Haji Fisabilillah untuk menunggu pesawat paling pagi pergi ke Jakarta. Dan naik NAM Air lagi dengan pramugari/pramugara yang sama. Hahaha 😀

Ada satu lagi kegiatan maintenance yang lumayan keinget nih, yaitu monitoring perangkat BNG nya Indosat IM2. Dari hanya memonitor, sampai akhirnya ada upgrade OS nya. Bisa dibilang ngantor ke IM2 itu enak. Alasannya cuma 2, karena tempatnya adem dan suasananya sepi/gak terlalu banyak karyawan. Jadi berasa kayak sekolahan SMA gitu. Terlebih saya juga bisa deket sama pengawas lapangan (waspang) nya, karena kebetulan juga kali ya beliau ini lulusan STT Telkom, sehingga punya cerita yang tidak berbeda selama hidup di pinggiran Bandung. Bahkan kadang waspang suka tanya command router pas udah lama gak ketemu saya di kegiatan maintenance. Sebagai bentuk penghormatan saya kepada senior di kampus, maka saya coba berikan performa terbaik saat melakukan aktifitas maintenance yang diawasi oleh beliau. Hehehe 😀

Maintenance Telkom
Jadi disini saya mau jelasin dulu, sebagai NE yang dapat jatah jadwal maintenance, otomatis harus standby selama 24 jam x 7 hari. Datacomm Diangraha punya mess buat engineer yang standby. Cuma kebanyakan saya standby di rumah, dan meramal case dari aplikasi OTRS. Soalnya di rumah ada anak dan istri, kalo harus ditinggalin selama 24×7 kayaknya gak tega saya mah orang nya. Dan alhamdulillahnya, setiap case saya bisa hadir di waktu yang tepat. Berbekal modal tanya sama engineer lain dan memantau OTRS. Hahaha 😀

Untuk jadwal maintenance ini, tidak pandang mau Indosat atau Telkom. Selama ada case dan saya masuk ke urutan, maka case itu akan diassign ke saya. Makanya saya juga ada cerita untuk maintenance case di Telkom.

Jadi ceritanya begini…. Maintenance case Telkom saya bilang sih sebenernya enak banget. Karena biasanya lokasi site nya Telkom tuh jauh dari Jakarta. Biasanya sih di STO Telkom. Makanya dari case Telkom ini salah satunya saya bisa jalan sampai Tanjung Selor di Kalimantan Utara dan bisa melihat kebon sawit luas di Pekanbaru.

Untuk yang ke Kalimantan Utara ini nih yang paling ngena banget. Dari Jakarta naik pesawat tujuan Tarakan. Dari Tarakan saya harus naik speedboat selama 1 jam ke Tanjung Selor. Sampainya di Tanjung Selor, ini lokasi sepi banget. Jalanan sudah bagus, tapi sepi nya itu yang bikin suasana berbeda seperti Jakarta yang semrawut. Dan yang paling oke nya adalah, saya bawa 2 kardus besar module perangkat yang di wrapping kuning khas bandara. Ngerinya tuh, pas perjalan pulang dari Tanjung Selor menuju Tarakan. Air laut ombaknya sudah lumayan besar. Dasar kapal terbentur-bentur dengan permukaan air laut dengan keras. Angin nya juga kenceng. Yang saya khawatirin mah 2 kardus besar module perangkat itu jatoh ke laut lalu tenggelam. Kan mahal tuh ….. Hahaha 😀

Pindah Bagian
Tiap pahlawan pasti ada masa nya. Begitu pula masa saya sebagai NE yang mayoritas kerjaannya malam dan onsite habislah sudah. Saya ditawarkan ke Tim Migrasi (TM). Status mah masih sama yaitu NE. Cuma kerjaannya sudah pasti gak ada onsite lagi. Kalo malem mah sudah mesti ada itu. Hahaha 😀

Namun saat sudah resmi masuk ke TM, saya diperbantukan dulu di Tim MOP (Methode of Procedure). Kerjanya tiap hari dikasih jatah oleh Reviewer untuk membuat MOP. MOP ini akan dipakai oleh NE yang implementasi di lapangan. Di Tim MOP ini cuma diperbantukan seinggu. Kesan nya apa? Ternyata bikin MOP itu ngeri-ngeri sedap. Banyak nya itu yang ngeri-ngeri sedap. Tapi ini sangat menantang. Sebenernya kalau sudah ketemu celahnya, bikin MOP bisa lebih cepat dilakukan pakai formula-formula. Joss lah pokoknya. Hahaha 😀

Habis melipir ke Tim MOP, join lah saya di TM. Saya di gembleng lagi terkait keilmuan seputar service L2 & L3 VPN. Termasuk MP-BGP. Proyek dan maintenance yang dihandle tetap Indosat. Disini lah bedanya, kalo waktu ke lapangan, saya banyak berkutat dengan router dalam bentuk fisik. Sedangkan di TM ini, saya berkutat kebanyakan fungsi logic nya router.

Untuk proyek, lumayan memakan waktu yang lama nih. Semisal ada instalasi new site BTS antenna. Saya harus membuat service-service yang dibutuhkan di sisi routernya. Kalau lancar, semua langsung Up, BTS/NodeB/eNodeB langsung On Air. Tapi kalau ternyata sudah dicoba tapi gak Up, bisa dari siang sampai tengah malam ngulik nya. Apalagi yang di sisi lapangan ya untuk bikin BTS/NodeB/eNodeB nya On Air, pasti lebih tertekan batin nya karena gak pulang-pulang 😀

Untuk maintenance, kerjaannya cukup menantang, semisal ada BTS/NodeB/eNodeB yang mati, maka harus cek VLAN dari sisi routernya. Atau ada BTS/NodeB/eNodeB yang gagal interkoneksi, harus ngecek dari hilir ke hulu. Dari L2 sampai L3 VPN nya. Coba ping ping dan ping sampe akhirnya berhasil. Namun untuk kegiatan maintenance di TM ini saya tidak berkecimpung banyak. Karena saya keburu mencoba posisi lain di Datacomm Diangraha. Hehehe 😀

Kesan nya? Yang paling repot saat di TM adalah membuat MOP dengan seabreg service yang harus dibuat. Formula sih sudah di buat, namun untuk verifikasi perlu detail perbaris supaya yang implementasi tidak ada yang salah. Hehehe 😀

Pindah Bagian Lagi …
Jadi suatu hari di waktu dahulu, pas saya lagi asik-asiknya belajar (hahaha) ada engineer yang japri saya via whatsapp bahwa kantor lagi buka posisi Solution Architect Packet Core. Wah, kebetulan nih, saya ada pengalaman terkait Packet Core waktu di Nokia. Maka saya coba buka website kantor dan lihat di tab karir. Ketemu, hanya saja ini sudah di posting lama. Dalam hati saya berkata, apa masih bisa yah?

Saya coba hubungi rekan kantor yang sedang di posisi Solution Architect. Dan bertanya padanya apakah posisi tersebut sudah diisi orang atau belum. Dan katanya sih sudah ada kandidat. Dalam hati saya sebenarnya menyayangkan keterlambatan saya dalam melihat peluang tersebut. Tapi saya orangnya mah suka cek ombak alias nekat. Saya coba langsung email…….. Lalu saya menunggu ….. Menunggu lagi ….. dan menunggu lagi …. Akhirnya ada balasan email. Saya diminta datang next-day oleh Manager Solution nya untuk membicarakan terkait Packet Core.

Alhamdulillah rezeki, saya keterima. Sejak keterima di divisi solution ini, saya jadi tidak pernah kerja malam dan ke site lagi di ujung pelosok negara kita ini. Dan tentunya banyak pengalaman serta teknologi baru disini. Terutama, saya lebih prefer di posisi ini, karena waktu kerja dan waktu untuk keluarga di rumah lebih konstan/stabil grafiknya.

Mungkin akan saya kisahkan di lain hari terkait paragraf terakhir 🙂

2 Responses

  1. Salam kenal mas! Mantap euy seru ceritanya!
    Kebetulan mas saya juga sedang ikut seleksi ke Datacomm di bagian NE juga.
    Sekarang masih nunggu pengumuman keterima / ngga nya.
    Mau tanya2 sedikit mas, jadi kemarin pas interview user itu katanya kalau keterima nanti saya bakal di assign buat project Telkom. Percis kaya yang mas ceritain diatas, ngurusin Metro-e di STO Telkom.
    Nah, saya mau nanya mas. Punya link / referensi materi tentang project ini ngga mas?
    saya mau coba-coba belakar dari sekarang. Siapa tau kalau memang rejekinya disana bisa langsung GAS nanti. Haha

    Terimakasih banyak mas

    1. link/referensi mah gak ada kalo proyek.
      masuk ke datacomm dulu aja, pelan2 nanti juga paham terkait perangkat service router nokia nya.
      buat awalan, materi2 seperti routing OSPF, MPLS, L2 & L3 VPN bisa di baca2.
      semoga sukses !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top