Menangis di Tempat Kerja

Menjadi orang dewasa, sering kali berarti kita harus mampu untuk mengontrol emosi dengan lebih baik. Terutama sekali, saat di kantor. Akan ada banyak momen dimana kita sebenarnya ingin sekali menangis dan berteriak, tapi yang bisa kita lakukan hanyalah menggigit bibir dan mencoba tersenyum sambil berkata lirih “yeah, i’m okay”

Pada kenyataannya, you’re sometimes not okay.

Bos memberi begitu banyak tugas tanpa melihat betapa sudah menumpuk beban kerjamu. Teman kantor terus –¬† terusan mengomentari hasil pekerjaanmu, “hasilnya begini doang? gimana sih!”, “lama amat”, “kamu tuh masih junior, jangan sembarangan!”. Kerjaan kantor berantakan, kerjaan rumah apalagi. Fisik lelah.

Menangislah. Menangislah jika itu membuat perasaanmu menjadi sedikit lebih baik. Biarkan para orang dewasa  bertopeng itu memandangmu dengan wajah prihatin. Sesungguhnya, terkadang mereka juga ingin menangis. Tapi gengsi.

Menjadi dewasa itu berarti harus bisa mengontrol emosi, mengontrol loh ya, bukan menahan. Dan menangis itu adalah hal yang sangat manusiawi. Menangis bukan berarti kamu adalah sesosok orang dewasa yang tidak becus.

Menangislah dan tunjukkan kalau kamu bisa melakukan pekerjaan – pekerjaan itu. Ada banyak orang dewasa yang tidak bisa memfilter kata – katanya, melampaui batas antara komentar yang menyakitkan dan tidak. Semoga kita tidak termasuk sebagai salah satunya

Ketika luapan emosi itu datang seperti air bah, menangislah. Tak apa. Bos dan teman – teman kantor mu memang kadang keterlaluan. Yang kau rasakan itu wajar sebagaimana yang siapapun rasakan, baik perempuan maupun laki – laki

Menangislah, tapi jangan sisakan dendam. Semoga besok hari akan lebih baik seperti pelangi yang hadir setelah hari yang hujan.

*reminder for myself

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top